Sabtu, 28 Juli 2018

Entri 2

Aku suka membaca tulisan mu karena aku merasakan perasaan yang kau tuang ke dalamnya.
Tapi aku mulai berpikir, ya walaupun pembahasan ini sedikit melenceng.

Apakah kau menyesali karena membiarkan ku tau?
Apakah aku mengganggumu ?(Ya untuk yang ini aku merasa aku seperti nyamuk yang terbang di telinga mu).
Apakah aku masih diijinkan membaca seluruh tulisan mu ?

Aku sadar aku pasti akan terlihat seperti orang aneh karena punya pertanyaan seperti ini atau lebih tepatnya seperti orang yang ke ge-eran atau bisa dibilang sok peka karena menebak-nebak.

Tapi sudahlah aku sudah tw seberapa bodoh nya aku ketika aku melontarkan pertanyaan seperti ini, lagipula aku sudah terbiasa terlihat bodoh dimata orang-orang.

Aku hanya tidak ingin tiba-tiba mati dan penasaran karena kepalaku dipenuhi pertanyaan yang seperti itu (alasan yang bodoh bukan).

Ya sudahlah... Setidaknya aku merasa lega saat menulis ini

Kamis, 26 Juli 2018

Entri


Aku hanya melakukan hal yang ingin ku lakukan dan aku melakukan itu karena aku ingin, itu saja. Tak lebih dan tak kurang.

Rabu, 25 Juli 2018

Tengah Hutan


Hari ini aku kembali ketempat itu.
Tempat dimana aku menghabiskan masa putih abu-abu ku.
Dan hal itu membuat kenangan tempat itu seakan kembali berputar dalam ingatanku.
Suara tawa di ruang kelas.
Derap langkah yang terdengar di lorong.
Keributan asrama.
Obrolan saat antri mandi.
Kericuhan saat ada makanan di tengah lorong.
Semuanya terasa seperti baru kemarin aku menjalani hari-hari yang seperti itu.
Dan rasanya baru kemarin aku masuk ketempat itu.
Waktu memang berlalu begitu cepat dan banyak hal yang sudah terjadi.
Waktu juga terkadang kejam karena membuat kita tidak menyadari betapa banyak hal yang terlewati.

Senin, 23 Juli 2018

Dialog singkat

Sumber : apk walli

Pembicaraan kita hari ini memang jauh dari kata berkesan dan menarik.
Bahkan bisa dikatakan aneh dan tidak penting bagi beberapa orang.

Tapi itu tidaklah membosankan, bagiku.

Dialog-dialog singkat yang terjadi begitu saja. 
Candaan yang muncul secara spontan. 
Tawa yang seakan-akan ingin ikut bergabung dalam keramaian tempat tersebut.
Semuanya mengalir begitu saja, walaupun ada sedikit paksaan dalam aliran tersebut.

Aku tidak tau dengan mu, Tapi aku sangat menikmati dialog-dialog singkat yang terjadi hari ini.

Bagaimana denganmu ???

Sabtu, 21 Juli 2018

Pecinta or Penikmat Kopi

Sumber : apk Walli
Aku adalah pecinta kopi.

Pembaca : Gak nanya min
Admin : aku cuma mau bilang !!!, Gak boleh
Pembaca : Aku gak bilang gak boleh lho min
Admin : +#+@;#+#;#(#!#!(#


Okay... Mungkin tidak pantas aku menyebut diriku sebagai pecinta kopi karena aku hanya meminum kopi sachet, dan tidak meminum kopi di cafe-cafe seperti pecinta kopi pada umumnya.
Tapi ayolah.... Kopi tetaplah kopi di manapun dia berada. selain itu saat ini aku tidak cukup sugih untuk menghabiskan uangku di cafe hanya untuk gengsi dan secangkir kopi. Tidak saat ini tentunya

Penikmat Kopi Biasa
Mungkin itu kata-kata yang cocok untuk ku
Aku selalu berusaha mengingat kan diriku saat meminum kopi, bahwa kopi itu seperti kehidupan
Sama-sama pahit
Tapi bahkan kopi yang pahit pun akan nikmat jika kita dapat menikmati nya
Begitu pun juga kehidupan



_Pojok Blog_

Pembaca : Bijaknya keluar
Admin : aku gak bijak
Pembaca : terus ???
Admin : Entah... Menurut mu apa ???

Pergi

Sumber : apk walli

Pernah terbersit di benakku untuk pergi meninggalkan tempat kelahiran ku ini.
Alasannya cukup sederhana, aku ingin meninggalkan segala hal yang tidak mengenakkan bagiku.
Kesedihan, kekecewaan, dan sebagainya.
Aku ingin me-restart segalanya dari awal di tempat yang baru.
Ya... menurut mu aku pasti orang yang lari dari masalah, tapi tidak.
Aku tidak pernah membuat masalah disini.
Aku hanya merasa tidak nyaman dengan suasana disini.
Dan aku ingin menjauh dari tempat ini, walaupun aku tau ini akan sulit bagiku.

Dan kesempatan itu datang, aku bisa menggunakan alasan untuk bersekolah jauh dari pulau ini.
Aku mengikuti seleksi nasional sebagai batu pijakan ku untuk pergi dari pulau ini.
Aku berdoa dan berusaha agar keinginan ku itu terwujud.

Tapi, tak semua ekspektasi menjadi realita.
Doa orang tua ku terlalu kuat.
mereka tidak rela jika anak tertua mereka pergi jauh dari mereka.
Mereka memang sangat menentang ku untuk pergi meninggalkan tempat kelahiran ku, dan keinginan mereka terwujud.
Aku harus puas dengan tetap melanjutkan pendidikan dan mimpiku disini.
Mungkin memang sudah karma ku, tuhan tidak mengijinkan ku pergi dari sini.