Enggak Merokok tapi dendaman
Ya sama saja
Jantungnya ancur cuk!!!
-Sudjiwo Tejo-
Malam ini berbeda
Padahal aku terbiasa melihat postingan di Story WhatsApp nya.
Tapi kali ini berbeda
Sakit
Iri
Dengki
Dendam
Amarah
Aku bukan orang yang terpaku masa lalu, aku hanya menjadikan itu sebagai pelajaran.
Aku bukannya masih menyayangi atau mencintai wanita itu. tidak, tentunya sama sekali tidak.
Aku hanya merasakan rasa sakit yang kembali muncul.
Rasa sakit yang dipicu iri
Rasa sakit yang dipicu dengki
Rasa sakit yang dipicu dendam
Rasa sakit yang dipicu amarah
Kadang aku berdialog dengan diriku sendiri,
"kenapa kamu gak nyari pasangan juga, untuk melampiaskan dan melupakan semua rasa yang menyakiti mu."
"Matamu cuk, sebangsat apa aku sampai nyari orang lain sebagai pelampiasan. Kalau sebatas teman cerita atau chat sih gak masalah, tp klo pacar supaya bisa ngelupain dia. No, hubungan itu soal
Perasaanmu dengan pasanganmu
Bukan
Perasaanmu dengan mantanmu."
"Jadi kamu tetep sendiri karena masih ada perasaanmu dengan mantanmu."
"Iya, tapi bukan suka atau cinta. Tapi sakit karena dendamku."
"Tapi dendam bikin ancur jantungmu."
"Jantungku memang sudah ancur, jadi enyahlah. Kau buat aku seperti orang gila karena berdialog sendiri, walaupun dialog dalam hati."
"Enyah kemana tolol, aku adalah kamu."
"Dan Kamu adalah aku."
Aku adalah pendendam
Pendendam dalam diam
Aku mendendam berkali-kali
Sampai aku terbiasa dengan rasanya
Jantungku juga sudah ancur berkali-kali
Sampai aku terbiasa dengan sakitnya
Tapi setidaknya, rasa sakit itu berkurang saat aku menulis ini.
Semakin panjang tulisanku, semakin panjang juga jeda detak jantung ku yang awalnya bagai tak berjeda.
Semakin panjang tulisanku, semakin panjang juga nafasku yang awalnya tersengal-sengal.
Semakin panjang tulisanku, semakin tenang hatiku.
Anggaplah aku pengecut karena hanya berani menulis disini.
Tapi aku memang pengecut, dan inilah cara terbaik bagiku sang pengecut.
Pengecut yang Dendaman dalam diam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar